Cashflow for Freelancer (2)
| November 7, 2011 | Posted by admin under Cashflow |
Sebelum membahas bagaimana trik mengatur pengeluaran untuk freelancer, yang penghasilannya tidak pasti, perlu saya sampaikan prinsip dasar dalam menyikapi penghasilan. Prinsip ini berlaku untuk yang penghasilannya rutin maupun tidak rutin.
Prinsip dasarnya adalah: penghasilan hari/minggu/bulan ini, BUKAN hanya untuk dihabiskan hari/minggu/bulan ini juga.
Kenapa? Karena ada siklus penghasilan bagi tiap profesi, dan ada siklus pengeluaran untuk tiap keluarga yang berbeda-beda.
So, pahami dengan baik siklus penghasilan yang Anda tekuni. Dan pahami juga siklus pengeluaran pada keluarga Anda.
Di negara maju, baik itu karyawan maupun free-lancer menghitung penghasilan mereka PER TAHUN. Bukan PER BULAN. Sudahkah Anda menghitungnya? Income dihitung per tahun, karena pengeluarannya juga dihitung per tahun, bukan per bulan.
Selain ada pengeluaran rutin per bulan. Ada juga banyak pengeluaran yang tidak rutin setiap bulan, tapi mungkin rutin setiap tahun terjadi. Misalnya pengeluaran khususdi bulan puasa dan lebaran, mudik, pajak, liburan, sekolah dan lain-lain. Inilah yang saya maksud di atas sebagai siklus pengeluaran.
Freelancer-kan incomenya unpredictable. Bagaimana cara mengitung income per tahun? Justru dengan buat per tahun kita ditantang untuk membuat INCOME PLAN setiap awal tahun. Buatlah proyeksi income dan spending (cashflow) bulanan selama setahun, dan proyeksi cashflow mingguan selama sebulan. Hal ini akan sangat membantu kita dalam mengelola keuangan, sekaligus juga membantu bisnis kita sendiri.
Karena menjadi freelancer artinya kita harus mampu mengelola diri, sebagaimana layaknya mengelola organisasi perusahaan. Mengatur waktu sendiri, mengatur uang sendiri, target income sendiri, pasang target sendiri, dan sebagainya.
Bagi setiap profesi, siklus bisnisnya mungkin akan berbeda-beda dalam satu tahun. Misalnya saja untuk freelancer di bidang pakaian akan mengalami penjualan yang meroket tinggi di bulan puasa, akhir tahun, dan liburan sekolah. Sedangkan untuk trainer, malah sebaliknya. Di bulan puasa justru jarang sekali diadakan training, begitu juga dengan akhir & awal tahun.
Nah, setelah faham siklus pengeluaran dan pemasukan kita masing-masing. Kita bisa menentukan pola terbaik untuk mengatur pengeluaran. Ada beberapa model pengelolaan keuangan untuk freelancer:
1. Metode cash-pooling.
Setiap income yg diterima masuk rekening penampungan, berapapun itu. Lalu “gaji” diri Anda dari situ FIXED setiap bulan. Kalau Anda pake metode ini, hitung berapa penghasilan tahun lalu, lalu bagi 15. Itulah “GAJI” Anda tiap bulan. Ingat, bagi 15, bukan 12.
2. Metode komisi.
Anda diizinkan mengambil jatah untuk diri Anda sendiri sebesar x% dari omset yg Anda terima. Jika Anda menggunakan metode ini, hitung berapa “biaya profesi” yg harus dikeluarkan. Biaya profesi seorang freelancer adalah biaya operasional, seperti transportasi, biaya internet, biaya administrasi dan biaya lain-lain yang berkaitan dengan klien. Plus ditambah lagi dengan biaya pengembangan diri seperti seminar, buku-buku, pelatihan, penampilan, gadget pendukung dan lain-lain.
Freelancer butuh biaya pengembangan diri yg lebih besar dibandingkan dengan karyawan. Karena biasanya sebagian besar biaya pengembangan diri bagi karyawan sudah disediakan oleh perusahaannya. Sedangkan bagi freelancer, semua harus ditanggung sendiri. Anggap lah profesi Anda adalah sebuah perusahaan, dan diri Anda sendiri sebagai karyawan yang perlu anggaran untuk pengembangan bisnis.
3. Metode Kombinasi.
Yang dimaksud dengan metode kombinasi adalah, penghasilan rutin digunakan untuk pengeluaran yang tidak rutin. Sedangkan penghasilan yang tidak rutin, digunakan untuk membiayai pengeluaran yang tidak rutin.
Metode 3 ini khusus untuk yang memiliki penghasilan tetap dan tidak tetap sekaligus. Contohnya suami karyawan, istri usaha. Atau seorang karyawan yang juga nyambi jadi agen.
Dari ketiga metode di atas, kesimpulannya adalah, freelancer harus memisahkan antara uang dapur dan uang usahanya. Klo nyampur, itu namanya KORUPSI
Setuju..?
Tapi, bagaimana dengan urusan kredit bank. Bisa gak sih seorang freelancer dapet kredit dari bank? Wah makin panjang aja nih yang harus kita bahas, berlanjut ke Cashflow for Freelancer bagian 3 ya….